Jumat, 20 Juli 2012

UJIAN NASIONAL: Soal UN 2013 akan lebih sulit

Sabtu, 14 Juli 2012

Keinginan Mendikbud Moh. Nuh agar tingkat kesulitan soal Ujian Nasional (UN) 2013 lebih tinggi dan sulit bukan untuk menyulitkan siswa.
Moehammad Amman Wirakartakusumah, Ketua Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BNSP), mengatakan mutu pendidikan dari tahun ke tahun harus lebih baik.

"Di Negeri Jiran angka kelulusan 7, tapi di Indonesia masih 5,5. Jadi lulusan SMA dan setingkatnya memang dituntut semakin baik kualitasnya," katanya Senin, 16 April 2012.

Komposisi soal UN tahun ini 10% kategori soal sulit, 60% kategori sedang dan 30% soal kategori mudah.
Untuk tahun depan bisa saja kategori sulit menjadi 15%.

"Kualitas soal meningkat dari tahun ke tahun untuk menaikkan nilai tukar prestasi siswa. Apalagi nanti hasil UN akan menjadi paspor ke perguruan tinggi," ujarnya dalam Jumpa Pers UN yang dihadiri Ibnu Hamad, Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH), Haryono Umar, Irjen Kemendikbud dan Khairil Anwar, Ketua Balitbang Kemendikbud.

Moehammad mengatakan sejauh ini pelaksanaan UN 2012 belum ada hal-hal yang kontraproduktif. Hal ini didukung komitmen tinggi para pengawas dari kalangan perguruan tinggi yang siap menjalankan tugasnya.

Khusus di DKI pelaksanaan UN diikuti 119. 943 siswa SMA, SMK,MA, dan SMA LB. Distribusi naskah dari percetakan di Kudus untuk DKI sudah diterima pada Sabtu, 14 April 2012.

Haryono Umar, Irjen Kemendikbud, mengatakan pihaknya menurunkan tim di 33 provinsi untuk membuka posko pengaduan UN 2012 yang buka 24 jam.

"Posko ini sangat bermanfaat untuk menampung isu kebocoran dan penyimpangan pelaksanaan UN 2012 jadi jika ada masalah di suatu tempat bisa langsung diatasi," katanya.

Hasil sidak Mendiknas ke sekolah di Jakarta Utara menunjukkan siswa SMA LB 4 Jakarta Utara tidak mengalami kesulitan dalam menyelsaikan soal Bahasa Indonesia. (tw)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar