Sabtu, 11 Juni 2011

Apa yang sebenarnya Aku rasakan...???

Hari ini, hari pertamaku masuk di SMA. Kakiku, jantungku, nadiku, nafasku tidak seperti biasanya. Aku jadi lebih jaim ketimbang SMP dulu.
“Hari pertama, aku harus tampil modis nih..”
Itulah kata pertamaku pada hari senin 11 Juli 2011 jam 6 pagi hendak pergi ke sekolah baruku.
“San, Turun Nak, sarapan..” Mama memanggilku.
“Ya Ma, bentar..”
“Mama nih nggak tau orang lagi benerin rambut apa..” Gumamku dalam hati.
Sepuluh menit, lima belas menit, dan dua puluh menit kemudian aku nyampek di maja makan.

“Aku nggak sarapan Ma, minum susu aja..” Pintaku “Aku nggak sabar lihat teman-teman baruku.”
“Lho kok gitu, makan dulu donk, kamu nanti lemes lho..”
“Halah Ma, ngga apa-apa.. udah biasa kok..”
“Kamu mah gitu kalau dibilangin.”
“Mama, percaya aku deh.”

- - -

Tiga puluh menit telah berlalu. Sampailah aku di depan gerbang SMA 05 Gresik. Turunlah diriku dari mobil kerenku.
Hai, namamu siapa ?. tanyaku pada semua siswa yang berpapasan denganku. Saat ku melihat sekeliling sekolah. Dan..
“Wow, keren banget..” gumamku.
“Hai..?”
Dia menyapaKu dan menyadarkan dari lamunan singkatku.
“E,.. Eh, Hai juga..”
“Kaget ya..? jangan sering ngelamun,
pagi-pagi udah ngelamun.”
“Em, eh.. Aku nggak kok, nggak ngelamun.”
“Lha tadi itu kalo nggak ngelamun ngapain, sampai kaget gitu..”
Mampus deh gue, bilang nggak ya kalo aku lagi ngelamunin dia..???
“Namamu siapa?” Tanyanya kepadaku.
“Aku..?”
“Ya iyalah masa Mbahmu..”
“Aku……….”
Belum sampai diriku menjawab siapa namaku, dan belum juga aku tahu siapa namanya, bel sudah berdentang. Aku cepat lari meninggalkan cowok keren berjanggut itu.
Aku langsung menuju kelas sepuluh lima tempatku belajar selama setahun kedepan nanti. Untungnya, diriku diberi anugrah kepedean dalam diriku. Akupun dapat mengenali dan akrab dengan teman-teman sekelasku dengan waktu singkat.

- - -

Bel istirahat pun berbunyi. Saatnya diriku melangkah ke kantin untuk menganjal perutku yang tidak sarapan tadi pagi. Dan eh, lihatlah... Di bagian pojok, ada lelaki berjanggut yang tadi.
Aku mencoba sembunyi-sembunyi dan berhasil, dia tidak melihatku. Ku teruskan makan ku sambil sesekali menatap wajah kerennya. Tiba-tiba dia berdiri dan meninggalkan teman-temannya.
Aku ikuti dia dari belakang. Eh ternyata dia ke perpustakaan.
“Rajin banget ya.. Aku aja ke perpus paling setahun sekali.” Gumamku dalam hati.
Aku mengikutinya sampai ke dalam perpustakaan, dan aku bersembunyi dibalik rak-rak buku. Aku mendengar dia lagi ditelpon cewek dan marah-marah. Ku coba dengar sedikit-sedikit percakapannya, tapi tidak jelas. Ya sudahlah, aku meninggalkannya dan kembali ke kantin untuk membayar makananku yang lupa belum aku bayar.

- - -

Bel yang keberapa kalinya. Aku pun pergi meninggalkan kelas dan segera menuju mobil kerenku. Ku strarter mobilku, kustrarter lagi tapi tidak bisa. Mobilku mogok. Tolehku ke kanan dan ke kiri tidak membawakan hasil.
“Ya tuhan.. Adakah malaikat yang mau Bantu benerin mobilku ?” harapku.
Dan taraaa.. Cowok ganteng itu pun datang menolongku membetulkan mobil.
“Kenapa mobilmu ?”
“Nggak tau mogok kali ya !”
“Masa mobil sekeren ini pake mogok segala..”
“Ya nggak tau, kamu bisa Bantu aku benerin ??”
“Ok, Siap.. Aku jago dalam hal tata menata..”
“Oh ya…?”
Tak lama kemudian mobilku pun selesai digarapnya. Aku membersihkan mukanya yang belepotan karena asap mobilku.
Ketika aku pegang jarinya. Aku menyentuh sebuah benda kecil melingkar di jari manisnya. Mungkin cincin tunangannya dengan cewek yang di telpon tadi pagi. AmarahKu rasanya sudah berda di ujung bibir. Rasanya pengen aku muntahkan amarahku itu. Tapi kenapa aku bisa seperti orang jatuh cinta begini. Apa yang sebenarnya aku rasakan ? Apakah aku cemburu ? Pasti jawabannya tidak. Karena namaku adalah BAGUS SUSANTO..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar