Sabtu, 15 Oktober 2011

MEMBERI TANPA PERTIMBANGAN

Cobalah untuk mengawali hari Anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata Anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di kamar Anda, hanya untuk satu tujuan: diberikan.
Apakah Anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen yang bernyanyi dengan suara yang tidak Anda sukai, atau saat anda sedang berada di mobil yang ber-AC sejuk, lalu ada sepasang tangan mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat Anda tentang kemalasan, kemiskinan, dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera beri satu atau dua keping pada mereka.

Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian Anda. Bukankah, tak seorang pun ingin menjadi pengemis? Ingat, kali ini Anda sedang "melatih diri" melalui telapak tangan Anda dengan sesuatu bernama kasih sayang.

Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dalam diri sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesunguhnya yang terpenting bukanlah receh atau berlian yang Anda berikan, tapi kemurahan hati Anda kepada sesama itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar